Jumat, 29 Mei 2015

ASPEK MANAJEMEN KEUANGAN BISNIS RITEL

tujuan belajar

Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat:
1. Memahami bagaimana strategi ritel direfleksikan dalam tujuan keuangannya.
2.Memahami bagaimana ritel menggunakan alat-alat dan metode untuk mengevaluasi kinerjanya.
3.Memahami bagaimana model keuntungan strategis dapat dipergunakan


Deskripsi singkat:

          Dalam pertemuan ini anda akan mempelajari bermacam-macam aspek keuangan ritel, mulai dari return on asset sampai bagaimana perusahaan menerapkan aspek keuangan ritel untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pendahuluan:

Ketika ritel memutuskan struktur organisasi bentuk organisasi dan perencanaan manajemen sumber daya manusianya, maka ritel harus mengkonsentrasikan diri pada masalah manajemen operasional ritel.
        Efisiensi dan efektivitas operasional manajemen ritel akan sangat dipengaruhi oeh kebijakan dan keputusan yang diambil oleh ritel dalam memuaskan banyak pihak yaitu pelanggan, karyawan,manajemen, maupun pemilik modal.
Modal keuntungan strategis
Setiap ritel menginginkan kesuksesan dalam hal keuangan. Salah satu tujuan keuangan yang penting adalah untuk mencapai imbal hasil atas asset (return on asset – ROA) yang tinggi.
    Contohnya, sebuah perusahaan ritel global menginvestasikan Rp. 174 miliar dalam membangun okonya dan membeli barang-barang dagangan yang disiapkan untuk   dijual Di akhir tahun, perusahaan ritel tersebut meraup keuntungan sebesar Rp. 33 miliar, yang berarti menyumbangkan hasil sebesar 19 % dibandingkan dengan investasinya (Rp. 33 miliar : Rp. 174 miliar).

Rumus perhitungan ROA adalah sebagai berikut:

Rasio Imbal Hasil Atas Aset (ROA) =

                    Total aset
                    Lababersih

ROA dapat dibagi menjadi dua, yaitu alur laba (profit path) yang diukur oleh margin laba 
bersih dan alur perputaran laba yang dikukur oleh perputaran asset.